Amlapura (Bali Post) –
Dua siswa terbaik Karangasem, akan terbang Aceh, 26 Agustus nanti. Mereka siap bersaing dilevel nasional dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2018, setelah menjadi yang terbaik di tingkat Provinsi Bali. Capaian ini, berkat penggarapan film pendek berjudul “Tempat Penitipan Terakhir” yang menganggap kisah pendirian Museum Lontar Penaban.
Saat diundang dalam program “Anak Bangsa” Radio SWiB 106.8 FM (Kelompok Media Bali Post),  belum lama ini, kedua I Gede Andika Budi Pramana dan I Putu Andika Premana Bukian, belum lama ini, keduanya mengaku sangat siap menjadi yang terbaik di tingkat nasional. Sama-sama duduk di bangku kelas XII Multimedia di SMK PGRI Amlapura, mereka ingin jadi yang terbaik dalam lomba yang diadakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).
Tema ini diangkat, berangkat dari keprihatinan mereka terhadap masyarakat yang memiliki kesadaran rendah terhadap budaya lokal. Selain itu, kecintaaan mereka terhadap budaya dan teknologi, menginspirasi mereka untuk mengangkat tema tentang Museum Lontar yang ada di Desa adat Dukuh Penaban, sebagai materi film pendek.
Selain karena keunikan,  judul “Tempat Penitipan Terakhir” ini mereka ambil, karena museum Lontar ini dibangun sebagai tempat untuk menjaga lontar-lontar yang ada dari jaman dulu, agar tidak rusak karena tidak di rawat. Film berdurasi 8 menit ini mereka garap dengan teknik pengambilan video yang sangat bagus dan editing yang rapi.
Mereka ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat luas untuk kembali peduli terhadap peninggalan budaya lontar. Sebab, lontar-lontar ini menurutnya mengandung banyak ilmu pengetahuan. Penggarapannya pun memakan waktu singkat, kurang lebih tujuh hari dengan dibantu oleh guru pembina dan beberapa teman lainnya untuk proses pengambilan gambar, lighting, dan lainnya.
“Persiapan untuk berlaga di Aceh, sejauh ini masih 30 persen. Lebih banyak mempersiapkan materi untuk bahan presentasi dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang disarankan oleh dewan juri,” kata I Putu Andika Premana Bukian.
Sementara bagi rekannya, I Gede Andika Pramana, ini bukan kali pertama baginya mengikuti lomba di kancah nasional. Sebelumnya ia pernah menjuarai Lomba photografi tingkat nasional di Jakarta yang juga diadakan oleh Kemendikbud. Pria yang giat dalam bersosial media dan merupakan founder dari kanal @infokarangasem_id ini, paham betul bagaimana mengarahkan penggunaan teknologi ke arah yang lebih positif, di tengah banyak penyalahgunaan media untuk menyebarkan berita hoax dan fitnah. “Kita jangan sampai termakan berita hoax, dan sebelum men-share berita agar dibaca dengan teliti dan di check kebenarannya terlebih dahulu,”  Imbuhnya.
Diakhir acara, mereka berpesan untuk para anak bangsa yang ingin berprestasi, agar terus bekerja keras dan semangat untuk meraih apa yang dicita-citakan. Jangan pernah patah semangat ketika mengalami kegagalan. Merekapun senang bisa hadir di program Anak Bangsa SWiB 106.8 FM dan berbagi pengalaman kepada para pendengar. Banyak anak-anak di Karangasem yang berprestasi, ini menjadi wadah yang sangat bagus untuk bisa menularkan semangat kepada generasi muda sekarang ini. (gik)