Amlapura (Bali Post) –
Dua siswa terbaik SMK PGRI Amlapura, membuktikan diri mampu bersaing di level nasional. Dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2018, siswa SMK PGRI Amlapura yang mewakili Bali ke tingkat nasional, berhasil meraih juara II, berkat penggarapan film pendek berjudul “Tempat Penitipan Terakhir” yang menganggap kisah pendirian Museum Lontar Penaban. Juri di tingkat nasional, terpukau dengan ide yang diangkat dalam cerita film dokumenter itu.
Kedua siswa terbaik SMK PGRI Amlapura itu, adalah I Gede Andika Budi Pramana dan I Putu Andika Premana Bukian. Lomba di tingkat nasional, diselenggarakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI selama seminggu, dari 26 Agustus sampai 1 September. Dari 34 provinsi, ada sebanyak 27 wakil masing-masing provinsi yang bersaing di Banda Aceh.
Selama seminggu di Banda Aceh, mereka mengikuti kegiatan pembukaan, technical meeting, hingga agenda lomba dengan presentasi ide cerita film tersebut selama dua menit. “Kami banyak menjelaskan dasar ide film TPA (Tempat Penitipan Akhir) Lontar Penaban. Bagaimana menjaga lontar, sebagai warisan budaya. Kenapa kita yang punya, justru mereka yang pelajari dan tahu lebih banyak. Ini benar-benar menginspirasi kami untuk mengangkat ini,” kata Andika Pramana, saat ditemui di sekolahnya, Selasa (4/9) kemarin.
Usai pelaksanaan lomba, mereka juga berkesempatan mengikuti workshop mengenai teknis dasar membuat film yang lebih baik. Disana mereka banyak mendapat ilmu untuk penyempurnaan pembuatan film dokumenter maupun fiksi. Mereka sangat bersyukur dapat mengikuti lomba di level nasional ini. “Setelah workshop, kita banyak ditanya soal kenapa menampilkan film dokumenter ketimbang fiksi. Kalau ada yang nyata, kenapa mesti dibuat-buat (dokudrama)? Itulah sebabnya kami lebih memilih membuat karya dokumenter,” tegas Andika Bukian, siswa kelas XII Multimedia (MM) ini.
Keduanya bersyukur bisa menjadi yang terbaik di tingkat nasional. Ini merupakan buah hasil dasar pembelajaran yang di dapat di sekolah. Kepala SMK PGRI Amlapura, Drs. I Ketut Sutarsa, mengatakan ini membuktikan bahwa SMK PGRI Amlapura mampu bersaing mencetak siswa-siswa berprestasi. Prestasi siswa dan sekolah mencerminkan bahwa proses kegiatan belajar mengajar di sekolah berlangsung dengan baik. “Sebelumnya, guru-guru kami baru-baru ini juga juara II nasional lomba potografi. Syukur siswa dan guru kami bisa mengawinkan prestasi. Kami SMK di Karangasem, tetapi sudah mampu bersaing di level nasional. Kami yakin SMK bisa! ,” kata Sutarsa.
Selain juara nasional FLS2N 2018, wakil-wakil SMK PGRI Amlapura, juga memperoleh juara II dalam lomba merangkai bunga dalam rangka Festival Subak Karangasem di Desa Bugbug, 2 September lalu. Dua siswa tersebut antara lain, Ni Putu Sessa Sephianti dan Ni Wayan Sasa Claudia, dari Kelas XII Akomodasi Pariwisata (AP) 1. Guru pembina I Wayan Yudiana, mengatakan lomba ini juga sebagai bagian dari persiapan untuk lomba-lomba berikutnya di Poltek 21 September nanti. (kmb31/100k)