Amlapura (Bali Post)- Amanat yang disampaikan Kepala SMK PGRI Amlapura, Drs. I Ketut Sutarsa, direspons baik para gurunya. Amanat itu, melecut semangat para guru untuk terus berkreasi dan berinovasi agar tetap meraih prestasi. Terbukti, para guru SMK PGRI Amlapura yang tergabung dalam Tim Seni Kreatif, kembali berhasil meraih juara II dalam lomba kategori film dokumenter pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-XXXVIII.

Amanat yang ditekankan Ketut Sutarsa cukup sederhana. Kepada para gurunya, Sutarsa mengatakan setiap tahunnya, para guru mesti mampu menghasilkan karya berkualitas, sesuai kompetensinya. Sebab, melalui cipta karya itu, maka mutu kompetensi para guru akan terus meningkat. Jadi, tidak hanya siswa yang dituntut harus terus berprestasi. Tetapi, lebih dari itu, justru guru yang harus mampu memberi contoh untuk memotivasi anak didiknya di sekolah. “Kalau menjadi bagian dari SMK, komitmen utama guru adalah menghasilkan output siswa berkeahlian,” ujar Sutarsa, Kamis (14/7) kemarin.

 Misalnya, guru keahlian Teknik Komputer Jaringan (TKJ) setidaknya bisa menghasilkan garapan berupa sistem layanan jaringan. Jasa Boga,garapannya cipta menu masakan, Akomodasi Perhotelan bisa berupa kajian menangani hotel, dan Multimedia hasil karyanya minimal mampu menghasilkan sebuah film dokumenter berkualitas. Komitmen demikian, tentu merupakan contoh nyata kepada para siswa untuk menambah motivasi belajar dan berkarya, sebagaimana visi SMK PGRI Amlapura. Ketika siswa berhasil meraih prestasi, maka ini menjadi salah satu indikator keberhasilan guru dan sekolah.

Putu Doantara Yasa, Sutradara film dokumenter yang menang pada ajang PKB itu, menegaskan menggarap film dokumenter sebenarnya dilakukan sebagai pelatihan pembelajaran. Semakin lama, garapan film mulai terbentuk dan dicoba untuk dilombakan. “Awalnya kami hanya berharap sekadar masuk nominasi. Itu saja sudah bersyukur.  Sebab, dengan masuk nominasi, berarti film itu sudah layak ditonton publik. Apalagi, mengingat saingan kami adalah rumah produksi yang memang sudah profesional dalam garapan film.” katanya.

Waka Kesiswaan, I Komang Astra Negara, mengatakan saat ini tercatat ada lima karya film dokumenter garapan tim SMK PGRI Amlapura yang sudah memperoleh juara. Bahkan, yang membanggakan, ada satu karya film dokumenter berjudul “Di Balik Layar Penulis Lontar” telah diapresiasi dunia internasional. Karya ini sudah dimuseumkan di Belanda. Selain itu, juga ada film dokumenter berjudul “Tari Sang Hyang Bojog”. Film yang mengambil latar di Desa Bugbug ini, mendeskripsikan tari sakral.

Tarian ini ditarikan sebagai upaya untuk mengatasi nangkluk merana demam berdarah yang melanda masyarakat Karangasem. Film dokumenter ini melibatkan Putu Doantara Yasa (guru) sebagai sutradara dan editor, I Wayan Gede Artawa (guru) sebagai kameramen dan I Komang Astra Negara (guru)sebagai penulis skenario. (kmb31)