Karangasem, balipuspanews.com – Sebanyak 14 remaja perwakilan dari beberapa SMA/SMK di Kabupaten Karangasem mengikuti Lomba Fruitecarving dalam rangkaian acara Tenganan Pegringsingan Festival 2018 di wantilan Desa Tenganan Pegringsingan, Manggis, Karangasem, Rabu (06/06).

Fruitecarving sendiri menyerupai kesenian memahat, hanya saja media yang dipergunakan sebagai perantara adalah buah buahan seperti buah semangka dan labu namun lebih sering buah semangka yang dipergunakan karena lebih gambang dalam proses pembuatannya.

Menurut, I Made Swarka dari perwakilan Indonesia Chef Asocuation selaku juri dalam lomba memahat buah tersebut mengatakan, ada beberapa aspek yang menjadi bahan untuk penilaian para juri seperti, kerapian, kebersihan, kreasi, kerumitan serta penampilan hasil akhir.

“Faktor kebersihan juga sangat penting disamping hasil akhir,” ujar Swarka sambil melihat lihat peserta berkreasi.

Para peserta dalam lomba tersebut diberikan kebebasan untuk menentukan gambar sesuai kesukaan masing masing. Hanya saja para peserta ini dipatok waktu selam 2 jam untuk menyelesaikan.

Sementara itu, saat lomba berlangsung, seluruh peserta terlihat memilih buah semangka untuk dijadikan media Fruitecarvingnya, dipilihnya semangka sebagai media menurut Swarka tidak terlepas dari mudahnya untuk memgolah semangka. Selain mudah diolah dalam pembentukan fruitecarving semangka juga bagus dalam memunculkan efek warna seperti warna hijau pada kulit luar, warna putih di kulit dalam dan warna merah cerah pada bahian dagingnya.

Para peserta seluruhnya memilih buah Semangka sebagai medianya.

Usai dilakukan penilaian, para juri akhirnya memutuskan untuk menyatakan I Gede Eka Wardana perwakilan dari SMK PGRI 1 Amlapura sebagai juara. Juara 2 wakil dari SMKN 1 Amlapura Made Sumantika dan juara tiga I Gede Suedana.

“Terpilihnya Gede Eka Wardana sudah sesuai dengan tema yaitu tradisi desa tenganan yaitu megeret pandan dan kreteria dari lomba,” tandasnya. (suar/bpn/tim)

 

sumber : www.balipuspanews.com