Amlapura (Bali Post)- SMK PGRI Amlapura kembali membuktikan diri sebagai salah satu SMK terbaik di Bali. Pada ajang FLS2N (FestivalLomba Seni Siswa Nasional) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Bali, SMK PGRI Amlapura kembali menjuarai ajang FLS2N ini, untuk bidang film fiksi, belum lama ini. SMK terbaik di Karangasem ini, konsisten mengangkat potensi seni budaya Karangasem, untuk bersama-sama menjaga dan melestarikannya.

SMK PGRI Amlapura tampil sebagai juara II, dengan judul film “Janjiku”. Film berdurasi sekitar enam menit garapan siswa kelas XII Jurusan Multimedia, Ni Kadek Ari Krisnayanti dan Firhan Agi ini, melanjutkan ide alat musik penting yang belakangan semakin tak digemari masyarakat Karangasem. Padahal, alat musik ini sangat khas, dan menjadi salah satu identitas Karangasem dalam dunia seni dan budaya.

SMK PGRI Amlapura berupaya kembali membangun popularitas alat musik penting, di tengah gempuran modernisasi yang semakin pesat. Alat musik yang sempat populer tahun 1960-an ini, kini tinggal menyisakan satu kelompok yang masih konsisten memainkan alat musik ini hingga sekarang. “Kami tergerak untuk kembali mengangkat tema alat musik penting, melihat alat musik khas Karangasem ini nyaris punah,” kata salah satu pembina tim SMK PGRI Amlapura, Putu Doantara Yasa, S.Pd., didampingi pembina lainnya, Wayan Gede Artawa, S.Pd., saat ditemui di sekolah setempat, Senin (31/7) kemarin.

Film ini dikemas dengan apik, lewat cerita yang sangat menyentuh dan mendidik. Film fiksi ini membawa pesan, bahwa budaya Bali harus dilestarikan. “Nak, kamu besar karena setiap hari makan makanan tradisional ini. Lantas, kenapa kamu mesti malu memainkan alat tradisional penting ini. Ini adalah budaya kita. Mainkan saja ini,” begitu sepenggal percakapan di dalam film fiksi ini, yang dikemas sederhana. Cara memperkenalkan alat musik ini dengan gaya pendekatan seperti itu, membuat film ini memiliki keunggulan tersendiri dengan film garapan sekolah dari kabupaten/kota lainnya di Bali.

Doantara Yasa menambahkan, selain untuk sosialisasi alat musik penting, melalui film fiksi ini, dia juga ingin agar masyarakat Bali, khususnya Karangasem sadar, bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alat musik penting dan seni tradisi budaya lainnya yang ada di Karangasem. Dari hasil film ini, para pembina cukup puas, karena semua proses penggarapannya original, mengikuti seluruh ketentuan perlombaan. Tapi untuk hasil juara, keduanya mengaku belum puas.

Kepala SMK PGRI Amlapura, Drs. I Ketut Sutarsa, mengapresiasi capaian anak didiknya dalam ajang FLS2N tahun ini. SMK PGRI Amlapura memang sudah langganan menjadi juara pada ajang tahunan ini. Melihat hasilnya, menurutnya ini bisa mencerminkan hasil pembelajaran yang efektif di SMK PGRI Amlapura. Artinya, proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah ini sudah berjalan sesuai harapan. Pihaknya mengaku selalu mendorong agar guru-guru dan siswa bisa mengukir prestasi dan menunjukkan daya saing yang tinggi, untuk selalu menjadi yang terbaik sesuai dengan bidang ilmu yang didalami di SMK PGRI Amlapura. (kmb31/k100)